Time Travel Avenger: Endgame Mungkin Akan Terjadi? Ini Info Selengkapnya!

By | May 16, 2019

MasblogerTime Travel Avenger: Endgame Mungkin Akan Terjadi? Ini Info Selengkapnya!Menurutmu, apakah mungkin kita melakukan time travel ala Avengers: Endgame? Jaka punya penjelasan lengkap langsung dari ahlinya!

Salah satu film tersukses tahun ini, Avengers: Endgame, meninggalkan banyak kesan bagi para penggemar yang sudah menonton film tersebut.

Banyak sekali istilah-istilah sains yang muncul, termasuk bagaimana para Avengers melakukan perjalanan ke masa lalu.

Apakah mesin waktu benar-benar bisa terjadi? Atau itu sekadar menjadi fiksi semata? Langsung bersumber dari ahlinya, inilah penjelasan ilmiahnya!

The Science Behind Avengers: Endgame

Jaka baru saja menghadiri acara keren bertema The Science Behind Avengers: Endgame yang diselenggarakan kemarin (14/5) di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Pada acara tersebut, terdapat dua panelis dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), yakni Prof. Husin Alatas dan Dr. Yudi Darma.

Beliau-beliau ini mendiskusikan tentang seberapa mungkin teknologi-teknologi yang ada di film Avengers: Endgame ada di dunia nyata, terutama tentang mesin waktu.

Nah, Jaka mau berbagi sedikit nih sama kalian, geng!

Tentang Mesin Waktu

time-travel-ala-avengers-endgame-1

Yang paling dominan dari film Avengers: Endgame adalah perjalanan mesin waktunya untuk mengembalikan yang telah dilenyapkan oleh Thanos. Apakah itu mungkin?

Menurut Prof. Husin Alatas, setidaknya ada tiga hal yang menentang adanya mesin waktu. Ketiga hal tersebut adalah KompleksitasRelativitas Umum, dan Teori Kuantum.

Kompleksitas dan Hukum Termodinamika 2

Yang pertama adalah Kompleksitas. Sederhananya, alam semesta, termasuk diri kita, tersusun dari banyak komponen kompleks yang simultan.

Kompleksitas dipengaruhi oleh teori Termodinamika 2 yang telah membuktikan bahwa waktu hanya bisa maju ke depan, tidak ke belakang.

Analoginya, ketika kita melihat cangkir pecah, kita bisa membayangkan kondisi cangkir ketika masih belum pecah. Hal sebaliknya tidak bisa kita lakukan karena waktu berjalan ke depan.

Hal ini membuktikan bahwa perjalanan ke masa lalu tidak mungkin dilakukan.

Relativitas Umum

time-travel-ala-avengers-endgame-2

Selanjutnya adalah mengenai Relativitas Umum yang dikemukakan oleh Einstein. Teori Gravitasi yang ditemukan oleh Isaac Newton dipatahkan Einstein melalui hukum ini.

Gravitasi bukan merupakan gaya. Ia merupakan efek ruang waktu yang dipengaruhi oleh benda bermassa dan dibuktikan dengan adanya pembelokan cahaya.

Fakta menariknya, semakin jauh dari Bumi, waktu berjalan semakin lambat. Kita bisa pergi ke masa depan dengan memanfaatkan hal ini.

Maksudnya seperti apa? Contoh, kita dari Bumi pergi ke wilayah yang gravitasinya sangat tinggi seperti Black Hole.

Ketika kita kembali ke Bumi, kita akan berada di masa depan karena waktu berjalan lebih lambat di Black Hole disebabkan oleh gravitasi kuat yang dimilikinya.

Jika memungkinkan untuk ke masa depan, apakah mungkin untuk pergi ke masa lalu? bandar bola online Ada beberapa teori yang mendukung hal tersebut, walau susah untuk dibuktikan.

Contohnya adalah teori Closed Timeline Curves, di mana terdapat sebuah loop yang memungkinkan kita pergi ke masa lalu.

Sayangnya, syaratnya sangat berat. Alam semesta kita harus berotasi agar teori tersebut bisa terwujud. Masalahnya, alam semesta kita hanya mengembang tanpa berotasi.

Teori Kuantum

Kalau kamu sering menonton film-film Marvel, pasti sudah enggak asing dengan yang namanya Quantum Realm. Di dunia nyata, bagaimanakah teori tersebut?

Teori Kuantum di sini didasarkan pada sebuah gagasan yang percaya bahwa semua peristiwa memiliki peluang untuk terjadi.

Dengan kata lain, paralel universe. Mudahnya, ada diri kita di dunia lain selain yang kita tinggali sekarang, namun menjalani pilihan probabilitas yang berbeda dengan yang kita alami saat ini.

Akan tetapi, belum ada bukti yang kuat untuk mendukung teori ini. Yang jelas, waktu tidak akan berarti di dalam dunia Kuantum (seperti di film Ant-Mant) karena telah merusak hukum kasualitas.

Grandfather Paradox

time-travel-ala-avengers-endgame-3

Ada sebuah teori yang disebut sebagai Grandfather Paradox, digunakan untuk memahami risiko melakukan perjalanan waktu.

Jika kita pergi ke masa lalu dan membunuh kakek kita sewaktu muda, maka kita akan mati. Tapi, jika kita mati, lantas siapa yang pergi ke masa lalu untuk membunuh kakek sewaktu muda?

Karena paradoks ini, para Avengers mengolok-olok film-film Sci-Fi yang bisa mengubah masa depan dengan pergi ke masa lalu. Contohnya, Back to the Future.

Pada film Avengers: Endgame, teori perjalanan waktu yang digunakan adalah teori yang terdapat pada teori Kuantum, seperti yang dijelaskan Bruce Banner pada film.

Ketika kita mengubah sebuah kejadian di masa lalu, kita akan membuat alternative universe yang tidak berdampak apa-apa pada dunia kita tinggal sekarang.

Bagaimana Dengan Teknologi Yang Lain

time-travel-ala-avengers-endgame-4

Dari ulasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa mesin waktu (setidaknya dengan teknologi yang kita miliki sekarang) masih terasa jauh dan mustahil.

Tapi, bagaimana dengan teknologi lain yang bertebaran di Marvel Cinematic Universe?

Kita ambil contoh Captain Marvel. Ia mampu melintasi galaksi dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya.

Untuk melakukan itu, ia harus memiliki materi eksotik super negatif agar bisa melewati Einstein-Rosen Bridge atau sering disebut sebagai wormhole.

Dengan wormhole tersebut, Captain Marvel mampu menembus jarak yang tak terbayangkan jauhnya dengan cepat.

Bingung, kan? Sama, Jaka juga bingung. Intinya, kemampuan Captain Marvel memang hanya bisa terjadi di dalam film-film Hollywood.

Selanjutnya, Ant-Man. Ia memiliki kemampuan untuk mengecilkan atau memperbesar tubuhnya. Apakah ini mungkin?

Untuk bisa mengecil, Scott Lang harus mereduksi atau memperkecil ruang antara inti atom dan elektron. Selain itu, ia juga harus mereduksi ukuran partikel dasar yang ada pada dirinya.

Apakah ini mungkin? Tidak, ini mustahil.

Bahkan, Inverted Mobius Strip yang dijadikan Tony Stark sebagai acuan dalam membuat mesin waktu ternyata memiliki kemungkinan yang sangat lemah untuk berhasil.

Masih banyak lagi bagian dari film ini yang sebenarnya tidak sesuai dengan sains. Akan tetapi, karena tujuan dari film adalah untuk memberikan hiburan, hal ini sama sekali tidak masalah.