Mengapa Peringkat Blog Lama Kelamaan Bisa Menurun?

By | February 9, 2019

Mengapa Peringkat Blog Lama Kelamaan Bisa Menurun?

Mengapa Peringkat Blog Lama Kelamaan Bisa Menurun? Mungkin jika teman-teman amati sekarang ini sebagian besar blog-blog personal mengalami penurunan peringkat, terutama eksistensi di mesin pencari untuk keyword-keyword mereka. Jika dilihat dari peringkat Alexa, mungkin dulu masih banyak blog-blog personal yang memiliki peringkat Alexa dibawah 50ribu-an, saya rasa sekarang sudah jarang.

Bahkan beberapa rekan blogger saya yang dulunya trafiknya mencapai puluhan ribu visitor perhari sekarang tingga beberapa biji saja, sebagian blogger juga sudah jarang aktif mempublish artikel di blognya.

Kenapa peringkat blog lama kelamaan menurun?
Padahal kan blog butuh trafik untuk bisa memberikan uang, baik melalui iklan maupun jasa lainnya? Nah lalu kira-kira kenapa ya peringkat dan eksitensi sebuah blog lambat laun menurun?

1. Posisi keyword untuk artikel andalan bisa tergeser, kaitannya dengan algoritma Google

Blog secara umum mengandalkan keyword artikel andalan mereka sebagai penyumbang trafik ke blog mereka. Namun tidak selalu artikel bisa menempati halaman 1 Google dalam jangka waktu yang lama. Karena selain algoritma Google selalu diupdate, posisi artikel blog teman-teman juga bisa tergeser oleh artikel lain yang memiliki kualitas lebih baik.

Mungkin ada yang menyarankan untuk mengupdate artikel agar lebih berkualitas, yah kalau saya sih menilai hal tersebut tidak menjamin artikel bisa tetap bertahan setelah diupate. Alasannya simpel, karena kita tidak tahu seperti apa algoritma Google berjalan dan apakah Google akan menilai update yang kita lakukan adalah lebih baik ataukah sebaliknya?

2. Semakin kesini, semakin banyak blog baru dibuat

Semakin kesini, semakin banyak bermunculan blog-blog baru. Teman-teman bisa bayangkan, halaman depan Google hanya menyediakan 10 peringkat saja, namun tiap saat banyak blog-blog baru bermunculan dan tak jarang konten-kontennya serupa alias mengejar tipikal keyword yang sama. Tidak usah dijelaskan panjang lebar, intinya semakin kesini persaingan lebih ketat.

3. Intensitas posting artikel baru yang tidak ditingkatkan, keterbatasan

Seharusnya logikanya seperti ini, artikel andalan teman-teman mulai menurun peringkatnya maka akan digantikan oleh artikel-artikel baru yang harapannya sebagian diantaranya bisa naik peringkatnya di Google. Saya memahami betul bahwa membuat artikel original tidaklah mudah, jangankan mempublish 5 atau 10 artikel setiap hari, rutin mengupdate 1 artikel setiap hari saja belum tentu banyak blogger mampu melakukannya secara konsisten.

Blog personal kebanyakan hanya memiliki 1 penulis yaitu adminnya sendiri, ditambah lagi seringnya admin blog sibuk dengan rutinitas hari-harinya. Mungkin hal yang dimimpikan oleh sebagian besar blogger, bisa menggantungkan hidupnya dari blog? tapi saya rasa itu hal yang sulit terlebih jika hanya mengandalkan AdSense dengan trafik yang minim. Kecuali blog teman-teman menyediakan jasa dan ada banyak pemasukan dari sana.

4. Kalah dengan website-website yang mempublish banyak artikel setiap hari

Website portal berita misalnya, dalam sehari bisa mempublish ratusan artikel karena mereka memiliki redaksi atau penulis artikel dengan subtopik yang banyak. Sehingga website-website seperti demikian trafiknya sangat ramai, tak jarang mereka membuat blog-blog tenggelam dihalaman belakang Google. Hahahaha… sukurin lo…!! (gue juga si :()

Tapi banyak juga blog-blog yang dikelola dengan baik memiliki banyak penulis dan berhasil, iya benar berhasil, berhasil jadi pesaing kita 🙁

5. Copy Paste yang merajalela

Copas itu benar-benar merugikan, jangan sepenuhnya percaya kalau katanya Google pintar mendeteksi artikel Copas lalu menenggelamkannya. Percaya deh, banyak artikel Copas malah justru peringkatnya lebih bagus di Google ketimbang artikel aslinya. Artikel di blog ini juga banyak di Copas, tapi sih saya enjoy-enjoy aja mau blog ini trafik naik atau tidak yah tidak jadi masalah tetap senang ada tempat mencurahkan curhatan jari jemari ini 🙂

Meskipun blog ini tidak memberikan pemasukan jutaan rupiah atau puluhan juta rupiah secara langsung, tapi saya mendapatkan cukup banyak job dari blog sederhana ini.

6. Semangat ngeblog menurun

“Pensiun saja dari blogger, blog tidak membuat anda kaya!!!” hahaha… Menurut saya jika teman-teman mengandalkan blog untuk mendapatkan pemasukan yang besar dengan pengelolaan yang minim, emm.. saya rasa kurang realistis. Saran saya sih ngeblog jalanin saja dengan santai, jikapun mendapatkan pemasukan dari blog itu sebuah bonus. Jika ingin mendapatkan pemasukan banyak dari online, saya rasa alternatif lain seperti memanfaatkan website Freelance akan lebih baik, jualan online dan lain sebagainya.

Menggantungkan hidup dari blog? realistiskah? jawabannya tergantung dan tidak semua blogger bisa merealisasikannya. Kalau boleh cerita sedikit, saya sejak 2015 hanya menggantungkan pemasukan dari blog secara langsung maupun tidak langsung. Saya menyimpulkan bahwa trafik bukanlah segala-galanya, asalkan teman-teman kreatif melihat peluang didunia online/maya saya rasa ada banyak peluang mendapatkan uang dari sana. Ok deh saya rasa cukup segini saja dulu, see u next time…

Leave a Reply