Inilah 4 Kejadian Buruk Yang Pernah Menimpa Perusahaan Xiami

By | June 4, 2019
Inilah 4 Kejadian Buruk Yang Pernah Menimpa Perusahaan Xiami

Inilah 4 Kejadian Buruk Yang Pernah Menimpa Perusahaan Xiami

MasblogerInilah 4 Kejadian Buruk Yang Pernah Menimpa Perusahaan XiamiXiaomi merupakan raksasa teknologi China yang sukses menjadi salah satu brand smartphone terbesar di dunia. Namun, sepanjang perjalanan Xiaomi, terdapat beberapa hal buruk dan skandal yang pernah menimpa Xiaomi.

Siapa disini yang belum pernah mendengar brand Xiaomi? Pasti nggak ada kan?

Xiaomi merupakan perusahaan teknologi asal negeri tirai bambu, yang memiliki spesialisasi dalam alat-alat elektronik terutama smartphone.

Kalau di Indonesia, mungkin orang-orang hanya tau Xiaomi merupakan produsen smartphone yang canggih tapi . Padahal, banyak banget produk Xiaomi lainnya selain smartphone lho, geng.

Mulai dari blender, rice cooker, portable speaker, laptop, TV bahkan pulpen. Bayangkan, sebegitu banyaknya produk Xiaomi yang ada di pasaran, geng.

Skandal dan Kejadian Buruk Yang Pernah Menimpa Perusahaan Xiaomi

Lei-Jun

Dengan nilai perusahaan yang mencapai lebih dari 46 Miliar USD, Xiaomi kini memiliki lebih dari 15.000 karyawan yang berasal dari China, Malaysia, Singapura, India, Filipina, bahkan Indonesia.

Meskipun demikian, hidup selalu berputar seperti roda. Ada kalanya di atas, dan ada kalanya di bawah. Di tengah kesuksesan Xiaomi yang memuncak, terdapat skandal dan kejadian buruk yang pernah menimpa.

Apa saja skandal dan kejadian buruk yang pernah menimpa perusahaan Xiaomi? Yuk kita simak!

1. Hampir Bangkrut

bangkrut

Pada tahun 2016, Xiaomi hampir dilanda kebangkrutan karena penjualan smartphone yang menurun drastis. Smartphone Xiaomi yang terjual pada tahun 2016 rumornya hanya sekitar 41 juta unit.

Padahal, di tahun sebelumnya yaitu tahun 2015, smartphone Xiaomi terjual hingga 70 juta unit. Hanya dalam waktu setahun, penjualan smartphone Xiaomi drop sampai hingga cuma setengahnya, geng.

Menurut Lei Jun, CEO Xiaomi, penjualan yang anjlok disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah rantai suplai yang buruk.

Rantai suplai yang buruk mempengaruhi distribusi smartphone Xiaomi yang di kala itu sedang populer-populernya. Permintaan yang besar tidak diikuti oleh suplai yang juga besar.

Selain rantai suplai yang buruk, masalah terbesar Xiaomi lainnya adalah besarnya ketergantungan Xiaomi terhadap penjualan online.

Penjualan online hanya dapat menjangkau konsumen yang berada di perkotaan saja. Xiaomi tidak dapat menjangkau konsumen yang berada di daerah-daerah kecil dan terpencil.

Rival Xiaomi sesama HP China, seperti HuaweiOppo, dan Vivo berhasil membidik pasar-pasar kecil yang tidak terjangkau oleh Xiaomi. Para rival Xiaomi tersebut membangun kemitraandengan toko-toko handphone offline di banyak daerah.

Hal tersebut membuat penjualan smartphone Xiaomi jatuh dan hampir bangkrut. Meskipun begitu, Xiaomi kini telah berhasil bangkit dan menjadi perusahaan smartphone paling laku nomor tiga di dunia.

2. Ditinggal Hugo Barra

hugo barra

Kalau kalian sekarang ini menggunakan smartphone Xiaomi, berterimakasihlah kepada Hugo Barra. Hugo Barra merupakan mantan wakil presiden Xiaomi Global yang berjasa memperkenalkan produk Xiaomi ke seluruh dunia.

Hugo Barra merupakan mantan wakil presiden Google yang membuat keputusan mengejutkan dengan resign dari Google pada pertengahan 2013.

Keputusan ini dianggap aneh bagi sebagian orang. Hugo Barra rela meninggalkan posisinya yang tinggi di salah satu perusahaan terbesar di dunia untuk bergabung dengan Xiaomi.

Pada tahun 2013, Xiaomi belum menjadi perusahaan global seperti saat ini. Xiaomi masih merupakan sebuah perusahaan yang sedang berkembang.

Berkat kepemimpinan Hugo, penjualan Xiaomi yang awalnya hanya sebatas untuk warga China, dapat berkembang dan dijual di seluruh dunia.

Bahkan pada tahun 2016, pendapatan Xiaomi di India saja, mencapai lebih dari 1 Miliar USD.

Namun pada tahun 2017, Agen Poker Online P2Play Hugo Barra mengumumkan pengunduran dirinya dari Xiaomi. Masalah kesehatannya yang menurun akibat polusi udara di China menjadi salah satu alasannya untuk resign. Ia juga merindukan kampung halaman di mana teman-teman dan keluarganya berada.

Hugo Barra kembali ke tempat asalnya, Silicon Valley, Amerika Serikat, untuk bergabung dengan Facebook yang sedang menggarap proyek Virtual Reality.

Penjualan yang anjlok serta kepergian Hugo Barra merupakan tragedi buruk yang menimpa perusahaan Xiaomi sepanjang tahun 2016 hingga pada tahun 2017.

3. Kasus Baterai Meledak

meledak

Baterai smartphone yang semakin besar dan dapat diisi ulang dengan cepat merupakan salah satu inovasi penting smartphone akhir-akhir ini.

Namun, tidak selalu inovasi berakhir dengan baik. Masih inget dengan kejadian Samsung Galaxy Note 7 yang meledak? Xiaomi juga mengalami, lho.

Pada tahun 2018, kasus meledaknya baterai smartphone Xiaomi dengan seri Mi A1 sempat viral di internet. Sebenarnya, ini bukanlah kejadian pertama yang terjadi kepada smartphone Xiaomi.

Kasus baterai meledak sebenarnya sudah berkali-kali terjadi kepada Xiaomi seri-seri lain di China, namun dirahasiakan oleh perusahaan supaya berita tidak sampai ke konsumen global.

Mi A1 yang meledak tersebut terjadi ketika pemilik sedang tidur. Sebelum tidur, ia mengisi ulang daya baterai supaya ketika ia bangun, baterai sudah penuh kembali.

Namun, baterai mendadak panas dan mengeluarkan percikan api sehingga terbakar. Untungnya, smartphone tersebut menggunakan casing pelindung yang mencegah api menjalar kemana-mana.

Pemilik smartphone tersebut dikabarkan tidak terluka akibat insiden tersebut. Bahaya juga ya, geng! Semoga ke depannya gak ada HP Xiaomi lainnya yang mengalami hal ini.

4. Kasus Pelanggaran Hak Cipta

coolpad

Negara China memang terkenal dengan produk-produk tiruan luar negeri. Maka nggak heran kalau ada perusahaan China yang dituntut dalam kasus pelanggaran hak cipta.

Pada tahun 2018, sebuah perusahaan smartphone dari China bernama Coolpad menuntut 3 anak perusahaan Xiaomi, Xiaomi Telecom Technology Co LtdXiaomi Technology Co Ltd, dan Xiaomi Factory Co Ltd.

Tuntutan hukum ini didasari oleh Xiaomi yang dinilai Coolpad menggunakan teknologi yang telah dipatenkan Coolpad di dalam smartphone Xiaomi dengan tanpa izin.

Menurut Coolpad, Xiaomi melanggar paten terkait manajemen ikon, notifikasi, sistem user interfacedan desain dual SIM Card yang dipakai tanpa persetujuan Coolpad.

Dalam tuntutannya, Coolpad meminta pengadilan untuk membuat Xiaomi menghentikan penjualan Redmi Note 5, Redmi 5 Plus dan juga Mi Mix 2.

Yang parahnya lagi, tuntutan itu diajukan Coolpad pada saat Xiaomi sedang mempersiapkan diri untuk menjual saham mereka kepada publik atau IPO (Initial Public Offering) di Bursa Saham Hongkong.

Dalam IPO tersebut, Xiaomi berharap mampu menjual sahamnya kepada publik untuk menjadikan valuasi perusahaan Xiaomi menjadi 100 miliar USD.

Banyak yang bertanya mengapa Coolpad baru menuntut ketika Xiaomi sedang mempersiapkan diri dalam IPO. Xiaomi memiliki pikiran bahwa Coolpad nggak ingin Xiaomi menjadi lebih sukses dari mereka.


Kata Penutup

Demikian artikel mengenai skandal dan kejadian buruk yang pernah menimpa perusahaan Xiaomi. Setelah membaca artikel di atas, apakah kalian semakin tertarik dengan produk Xiaomi atau kebalikannya?